• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Hari Raya Semua Orang Kudus

By: abi | Inspirasi | 18 Nov 2011, 15:34:12 | Dibaca: 3634 kali

Hari Raya Semua Orang Kudus selalu diperingati oleh gereja pada 1 November. Momen ini sekaligus mengingatkan kita kepada semua orang yang menyembah Tuhan dan mendoakan kita yang masih berada di atas muka bumi. Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari Minggu sesudah Pentakosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati orang-orang kudus, baik mereka yang sudah diakui secara resmi, yang belum diakui, dan tidak dikenal oleh gereja.

Dari situlah maka “pesta” semua orang kudus mulai dirayakan. Awalnya diadakan di berbagai gereja lokal pada tanggal yang berbeda-beda lalu berkembang menjadi satu perayaan yang sama untuk seluruh gereja. Ini terjadi sekitar tahun 800 dan tanggal yang dipilih adalah 1 November. Hingga kini, perayaan Hari Raya Semua Orang Kudus sudah dirayakan gereja Tuhan selama 1.200 tahun. Roh Kudus telah menggerakkan hati umat Allah untuk merayakan pesta ini untuk dua maksud: Pertama, bersyukur dan memuji Allah yang telah menyelesaikan karya keselamatan- Nya pada begitu banyak orang di dunia. Kedua, membesarkan hati orang percaya yang masih hidup di dunia supaya bertekun dalam kesetiaan kepada Kristus ditengah-tengah godaan, kelemahan dan penganiayaan.

Mereka adalah orang-orang yang merangkul panggilan Yesus untuk menjadi seperti Dia dan mengizinkan Tuhan membebaskan mereka dari belenggu dosa. Mereka merupakan saksi-saksi bahwa siapa saja dapat menjadi warga surga. Mereka rela berkurban demi tersebarnya Injil ke seluruh bumi. Mereka dapat juga disebut sebagai “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya” (Mzm 24:4).

Sumber: Majalah Bahana, November 2011

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2015
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13